logo
Jumat, 19 Oct 2018 | 15:03

Juara Balap Mobil Nasional, Jimmy Lukita Bongkar 3 Rahasia Maksimalkan Kerja Kampas Rem Elig

Penulis : W.S Aries
img1

Cek cakram, kaliper dan ganti minyak rem berkala 50.000 km.

Jakarta - Banyak otomania salah paham soal pemakaian produk berkualitas tinggi. Rata-rata, karena merasa sudah pakai komponen yang terbukti performanya lebih baik, mereka sekadar memasangnya. Kebanyakan lupa, untuk mencapai hasil terbaik, satu komponen terkait dengan komponen lain. Dan, menurut Jimmy Lukita, kesalahan itu bisa jadi fatal jika berkait dengan komponen rem!

Jimmy Lukita yang pembalap mobil senior dan pemilik bengkel sering ketemu konsumen yang salah paham soal pemakaian produk after-market rem. “Mereka bilang, sudah pakai produk rem bagus, beli mahal. Tapi mengeluh, hasilnya tidak lebih baik. Itu tidak akan terjadi jika mereka membeli dan memasang di bengkel saya,” tegas pemilik bengkel AFJ Motorsport, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Jimluk, sapaan Jimmy Lukita, contohkan kampas rem Elig. Ia sudah rasakan sendiri keampuhan produk asal Vietnam ini di arena balap. Malah, doi akui, bisa juara berkat pakem dan tahan panasnya produk Elig. “Nggak cuma itu. Pengereman pun lebih terprediksi dan performanya stabil, meski saya sering late-braking selama balap 12 lap di Sentul,” urai Bapak pembalap nasional Gerhard Lukita itu.

Jimmy Lukita. Tidak cukup ganti kampas rem kalau mau hasil maksimal.

Nah, pengalaman Jimluk pada kampas rem Elig, tentu jadi perhatian dari otomania. Banyak yang mau pakai kampas rem Elig supaya bisa rasakan pengereman mobilnya lebih pakem dan nyaman. “Tapi, saya tidak mau kalo mereka cuma ganti kampas rem. Perlu perlakuan lain, supaya rasakan hasil maksimal,” wantinya.

Apa itu perlakuannya? Di sini Jimluk buka rahasianya agar dapat performa maksimal kampas rem Elig. Hal ini biasa dilakukan di bengkel miliknya. Pertama, doi cek peranti lain yang terkait. Yaitu, kondisi piringan alias cakram harus masih bagus, rata tanpa guratan akibat pemakaian. Lalu, periksa kinerja master dan kaliper rem. Terakhir, kontrol minyak rem.

Kampas rem Elig, mutu terbaik, perlu perlakuan terbaik, untuk hasil terbaik.

Begini penjelasannya. Cakram yang sudah baret, membuat kampas rem Elig yang baru tak menapak sempurna. “Kalau sudah baret, jepitan kampas rem pasti tidak maksimal. Jika baret terlalu dalam, mending ganti piringannya,” pasti Jimluk.

Lalu, kinerja kaliper dan master. Performa kedua komponen ini dilihat dari dorongan piston saat pedal rem dipijak. Piston harus mendorong dan kembali masuk dengan sempurna. “Itu terkait dengan kebersihan piston dan dan kondisi seal-seal-nya. Jika kotor dan sealnya sudah lemah, tekanan piston tidak akan menghasilkan jepitan kampas rem yang optimal,” lanjut Jimluk.

Terakhir, soal minyak rem. Ini hal yang kerap terjadi. Banyak otomania cuma ganti kampas rem, tanpa ganti cairan remnya. Menurut Jimluk, untuk pemakaian normal, harian, minyak rem wajib diganti tiap 50.000 kilometer, sekitar 2  tahun. “Lebih dari itu, karena panas, minyak berubah jadi air. Air ini menjadikan korosi yang menyumbat saluran dari kaliper, slang hingga master rem. Saat rem bekeruja, air berubah jadi uap, yang disebut angin palsu. Ujungnya, rem akan  blong!” pungkas Jimluk.

Sebagai penutup, Jimluk menegaskan, 3 langkah itu wajib dilakukan otomania yang membeli mobil bekas. Itu rahasia Jimluk supaya bisa rasakan pakem dan nyamannya pengereman dengan pakai kampas rem Elig! *

SHARE THIS ARTICLE :

Video

Top Article

logo1

Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A
Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter
logo1

logo1

Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A
Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter
logo1